Mudir PPI: Jadilah bidan-bidan yang ikhlas dan shalehah

Indralaya, PPI Pusat; Setelah melakukan perpisahan pada semua santriwati kemarin malam, siang ini (26/04) dengan didampingi dosen pembimbing, seluruh peserta PKL Akbid Assanadiyah Palembang dilepas secara resmi oleh mudir pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya di ruang kerjanya.

Sebelum melepas, mudir mendengarkan beberapa laporan yang disampaikan oleh Tria Desi Wulandari selaku ketua kelompok dan dipandu oleh Satiya sebagai moderator tanya jawab.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada segenap keluarga besar PPI, karena selama PKL kami selalu dibina dan dibimbing. Begitu banyak pengalaman yang menambah hasanah keilmuan bagi kami khususnya pada bidang keagamaan. Selain itu, kami juga mohon maaf jika selama kami berada di lingkungan ma’had banyak menyinggung peraturan dan tata tertib yang berlaku”, ujar gadis yang berasal dari kota Lubuk Linggau ini.

Disela perbincangan ringan, Mudir PPI Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A. sempat menitipkan sedikit nasehatnya.

“Saya mohon maaf karena terpaksa mewakilkan saat menyambut kedatangan peserta PKL ini, tetapi Alhamdulillah pesantren ini sudah terbangun sistem yang kuat sehingga tidak terpaut pada satu tokoh atau figur tertentu, walaupun pimpinannya tidak ada roda pesantren masih tetap berjalan dengan normal”.

“Mewakili keluarga besar PPI, saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah memilih PPI menjadi salah satu lahan PKL dan telah berinteraksi dengan seluruh santri dalam koridor konseling, literasi, edukasi dan kegiatan lainnya yang saya yakin semua itu mengandung manfaat yang besar bagi pesantren dan anak didik”.

“Dalam kesempatan yang baik ini, sebelum peserta kembali ke kampus asal, saya ingin menitipkan beberapa nasehat. Jadilah muslimah yang ikhlas dengan begitu kelak akan menjadi bidan-bidan yang ikhlas juga. Jika kalian sudah tertanam kuat sikap ikhlas maka dengan sendirinya akan menjadi wanita yang kuat, yang tidak mudah mengeluh, tidak banyak menuntut materi dan senantiasa beramal sholehah. Jadilah bidan-bidan shalehah yang tidak menelantarkan apalagi melupakan fitrahnya sebagai seorang wanita, sebagai seorang istri bagi suaminya dan seorang ibu dari anak-anaknya”.

“Terakhir saya doakan semoga Akbid Assanadiyah Palembang tambah lebih maju dan melahirkan alumni-alumni yang Rahmatan Lil Alamin”, tambahnya.

%d blogger menyukai ini: