Mudir PPI: Tahun Depan Kita Terapkan Metode Tahfidz Sulaimaniah

Tampaknya mudir tidak mau menundah-nundah memberikan laporan sekaligus memaparkan berbagai hasil yang diperoleh pasca kepulangannya dari undangan pendidikan pemerintah Turki tentang pembelajaran tahfidz Sulaimaniah di Istambul Turki (16-23 Desember 2013). Pagi ini (25/12) bertempat di aula Ibn Rusd, dihadapan ketua Yayasan, para wakil mudir dan puluhan ustad/ustazah bidang studi tahfidz quran, bahasa arab.

Sebelum memaparkan hasil pendidikannya, Mudir PPI Drs. Mudrik Qori, M.A memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah (Yalqi) atas kerja keras dan perannya selama ini sehingga mendapat pengakuan secara nasional. Ketua yayasan mendapatkan penghargaan sebagai ketua yayasan Islam terbaik se Indonesia.

“Sebelum saya memberikan laporan pertanggungjawaban, saya ucapkan selamat kepada ketua yayasan Drs. K.H. Syamsul Bahri HAR atas prestasi yang telah diperoleh yaitu mendapat penghargaan bergengsi dari lembaga resmi ajang INDONESIAN AWARD OF EDUCATION 2013 di Ballroom hotel Arya Duta Jakarta Sabtu, 21 Desember 2013. Tentu saja penghargaan ini memperkuat posisi tawar yayasan sehingga menambah nilai akuntabilitas, marketabilitas dan lain sebagainya. Semoga kedepan, yayasan akan lebih mudah dalam akses kerjasama dengan berbagai pihak dan memberikan keberkahan pada pondok dan santri”. Ungkap ustad Mudrik.

“Begitu banyak hasil yang didapat pasca mengikuti pelatihan tahfidz di Istambul, ada sebagian metode yang sudah kita terapkan dan ada juga yang belum. Metode hapalan Sulaimaniah sudah teruji efektif selama 80 tahun di 40.000 pesantren Sulaimaniah seluruh Turki dan menghasilkan jutaan hafidz/hadidzoh seluruh dunia. Kita juga akan menerapkan metode ini dengan harapannya tahun depan, kita bisa melahirkan lebih banyak lagi hafidz dan hafidzoh baik dari santri maupun karyawan”. Tambahnya

Setelah memberikan pemaparan panjang lebar di hadapan para guru dan pimpinan, mudir ke tiga ini memberikan rekomendasi kepada lembaga tahfidz dan tilawah al-quran (Lemtatiqi) untuk menerapkan metode ini karena sudah teruji efektif, merumuskan target-target waktu khotam, mencetak buku dan pedoman metode menghafal Sulaimaniah, menambah guru tahfidz dan bangun kerjasama dengan UICCI sulaimaniah Jakarta dalam penataran guru dalam waktu secepatnya. Serta menambah ruangan asrama dan tempat belajar bagi santri.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, beberapa hari yang lalu, PPI mendapatkan kesempatan pendidikan ke luar negeri tepatnya negara Turki. Kegiatan ini adalah kerjasama subdit pendidikan diniah direktorat PD Pontren Kementerian Agama RI dan UICCI (United Islamic Cultural Center of Indonesia) dan LETS (Lembaga Tahfizh Sulaimaniah) Turki di Jakarta (16-23 Desember 2013).

%d blogger menyukai ini: