Pasal 1

Ketentuan Umum

  1. Yang dimaksud Ittifaqiah adalah Ittifaqiah Islam Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan Indoniesia sebagai Induk dan Payung Pondok.
  2. Yang dimaksud Pondok adalah Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan yang berinduk dan bertakluk kepada Ittifaqiah
  3. Yang dimaksud Pimpinan Pondok adalah Mudir dan wakil-wakil Mudir
  4. Yang dimaksud dengan Pengurus Pondok adalah Kepala-kepala Madrasah, Biro, Bidang, Bagian dan Lembaga beserta wakilnya dan Tata Usahanya apabila ada.
  5. Yang dimaksud Madrasah adalah Madrasah-madrasah penyelenggara pendidikan-pengajaran formal di bawah naungan Pondok dan bertakluk kepada Pondok
  6. Yang dimaksud Biro, Bidang, Bagian dan Lembaga adalah unit-unit pelaksana tugas Pondok dalam menyelenggarakan pendidikan-pengajaran dan/atau program dan/atau kegiatan dan/atau administrasi yang berada di bawah naungan Pondok dan bertakluk kepada Pimpinan Pondok
  7. Yang dimaksud Staf/Karyawan adalah petugas pelaksana tugas-tugas Pimpinan Pondok dan Pengurus Pondok.
  8. Yang dimaksud Guru adalah pendidik-pengajar di lingkungan Al-Ittifaqiah yang ditugasi pada semua tingkatan dan program pendidikan kurikuler/kokurikuler/ekstrakurikuler, dan dijadwalkan pada pagi hari/siang hari/petang hari/malam hari, serta ditugasi di tempat mana pun di lingkungan Al-Ittifaqiah
  9. Yang dimaksud pendidik-pengajar adalah guru yang berkewajiban melaksanakan fungsi pendidikan-pengajaran secara bersamaan, tidak terpisahkan dan merupakan satu kesatuan yang utuh.

 

Pasal 2

Eksistensi  (Tugas Pokok dan Fungsi/TUPOKSI) Guru

  1. Bertakwa kepada Allah SWT dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, memperbanyak ibadah membaca Al-Qur’an, zikir dan do’a, melazimkan shalat malam dan shalat sunnah lainnya, berupaya dengan tekun melazimkan shoum sunnah.
  2. Menyadari keberadaannya di Al-Ittifaqiah, sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT, dan jihad Fi Sabilillah, dan dalam rangka berkhidmat kepada umat, bangsa, Negara, dan semesta.
  3. Mengutamakan keikhlasan, bersikap amanah, berhati khusuk dan bersih, dan gemar beramal shalih
  4. Berjiwa besar, bersikap dewasa dan rasional, berkepribadian terbuka, istiqomah, teguh hati, tekun dan sabar, bersedia dikritik, menerima nasehat, saran, masukkan dan teguran, walaupun datang dari orang yang selevel atau bawahannya.
  5. Memahami Visi, Misi, Orientasi, Obsesi dan tujuan Pondok pesantren Al-Ittifaqiah dan berupaya keras untuk mewujudkannya
  6. Bersikap aktif disiplin, kreatif, inovatif, dinamis, propesional dan prestisius
  7. Patuh dan taat kepada pimpinan baik saat pimpinan ada ditempat maupun tidak
  8. Berakhlakul karimah dan menunjukkan ketauladanan dan sikap kepemimpinan Islami
  9. Menciptakan suasana kesatuan yang teguh, suasana sejuk dan damai, dan kerja sama yang indah (menjauhi sikap bermusuhan, pertentangan, buruk sangka, klik-klik kelompok, like and dislike, provokasi dan lainnya)
  10. Bersikap saling menghargai, saling menghormati, ta’awun’ala al birri dan tawashow bi al haq wa tawashow bi al shobr antar sesama ustadz dan pengabdi
  11. Menunjukan rasa memiliki, tanggungjawab , cinta dan kesetiaan kepada Al-Ittifaqiah
  12. Benar-benar siap mengabdikan diri dan berjihad di Pondok Pesantren AI-Ittifaqiah (memahami kondisi, kekurangan dan keterbatasan pondok, siap hidup sederhana, tidak materialitis, tidak mengeksploitasi Pondok untuk kepentingan ekonomi pribadi, tidak korupsi, tidak manipulasi dan tidak pungli)
  13. Mengutamakan kepentingan pondok dan jamaah dari pada kepentingan pribadi dan keluarga
  14. Berupaya sungguh-sungguh untuk terus menerus berbuat yang terbaik untuk pondok dengan Berprinsip ikutilah orang-orang yang tidak pernah meminta upah kepadamu (dari setiap pekerjaan yang dia lakukan untuk Din Allah). Mereka itulah orang yang memperoleh petunjuk (dari Alllah SWT.)”/Q.S Yasin: 21) karena itu janganlah bertanya tentang berapa rupiah gaji/honor.
  15. Menyadari pondok pesantren Al-Ittifaqiah sebagai lembaga pendidikan Islam dengan misi utama menyelenggarakan pendidikan Islam dan Dakwah Islamiah (Rohmatan Lil ‘Alamin)
  16. Bertanggung jawab penuh mewujudkan santri yang beriman bertakwah kokoh, berakhlakul karimah, berbudaya Islami dan madani berilmu pengetahuan, berwawasan luas, berketerampilan tinggi dan unggul dan berjiwa mandiri.
  17. Menyadari fungsi utamanya sebagai pendidik dan pengajar. Mengutamakan keaktifan dalam mlelaksanakan tugas-tugas mendidik dan mengajar secara maksimal dan sungguh-sungguh. Sedangkan hal-hal yang menyangkut adminitrasi, financial, sarana, prasrana dan fasilitas serta lainnya adalah faktor pendukung yang mengurusi tetap diatur penggarapannya dengan baik dan disiplin tanpa melalaikan fungsi utama yang dimaksud
  18. Menyadari sepenuhnya, bahwa apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dialami santri sehari-hari harus mengandung nilai-nilai pendidikan.
  19. Aktif mengawasi, menggerakkan, mengaktifkan, mendisiplinkan, menertibkan, menegur, menasehati dan mengasuh santri. Dalam rangka ini, guru harus banyak keluar kamar/rumah untuk berkeliling kampus sesuai wilayah (ustadz di wilayah santriwan, ustadzah di wilayah santriwati) dan menghindari sikap banyak berdiam diri di asrama/kamar atau di rumah masing-masing
  20. Dalam koridor pengasuhan santri, Guru Mukim dan Pengabdi Mukim harus menyikapi dengan cermat dan cepat santri yang melanggar dengan ketentuan dan tahapan sebagai berikut: Menegur dan menasehati santri pelanggar dengan hikmah dan hasanah, menegur dengan tegas dan suara yang tinggi, namun tetap dalam control, memberikan hukuman yang bersifat produktif (non fisik), seperti membuang sampah, menyapu, mengepel, membersihkan halaman, membersihkan bak, menyusun barang, membuat mufrodat, membuat insya’, mengahafal ayat-ayat Al-Qur’an/Hadist/Pelajaran lainnya dan sebagainya yang senada.
  21. Madrasah dan Lembaga serta bagian yang ada di lingkungan Al-Ittifaqiah dapat melakukan penyikapan seperti yang ada pada butir 1 s.d 7 bagi santri pelanggar yang berkaitan dengan madrasah, lembaga yang dimaksud, diluar hukuman fisik yang pada prinsipnya dipusatkan kepada Datsuh, kecuali keadaan yang sangat mendesak dan bersifat spontan.
  22. Wajib melaksanakan tugas Mengajar, baik kurikuler, ko kurikuler, maupaun ekstra kurikuler.
  23. Wajib mengisi Daftar Hadir Mengajar pada saat mengajar kurikuler, ko kurikuler, ekstra kurikuler. Bagi ustadz/zah yang tidak menandatangani daftar hadir dianggap tidak hadir.
  24. Memberi perhatian paling utama dalam mengajar Al-Qur’an dan Bahasa Arab dengan tetap aktif dan disiplin melaksanakan tugas-tugas mengajar lainnya sesuai jadwal.
  25. Tepat waktu/tidak terlambat dalam mengajar kurikuler, ko kurikuler, ekstra kurikuler.
  26. Guru dan Pengabdi Mukim dilarang keras merokok di saat mengajar Al-Qur’an dan waktu-waktu mengajar lainnya.
  27. Bagi yang berprofesi sebagai penceramah, agar menyesuaikan jadwal, tidak meninggalkan jadwal mengajar kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler, kecuali dalam keadaan sangat signifikan dengan mendelegasikan tugas mengajarnya.
  28. Memiliki semangat besar untuk meningkatkan dan menguatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan budaya keilmuan dan budaya baca tulis yang intern, aktif dan disiplin mengikuti penataran, pelatihan, diskusi, dan kuliah (bagi yang kuliah). Khusus yang mengikuti kursus di luar Pondok harus dengan sepengetahuan Mudir dan menyesuaikan waktunya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu tugas pokok.
  29. Mengatur penampilan fisik dan perwajahan secara Islami dan edukatif: a) Dalam mengajar dan bertugas formal harus berpakaian seragam sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. b) Tidak memakai celana jean dan yang sejenisnya pada saat melaksanakan tugas. c) Berpeci dalam bertugas dan melazimkannya di luar tugas (ustadz). d) Dilarang berkuku panjang, baik kaki maupun tangan. e) Dilarang berambut panjang (ustadz). f) Khusus ustazah, wajib menutup aurat (kecuali muka dan telapak tangan), wajib mengenakan kaos kaki, wajib berpakaian longgar, tidak memakai celana panjang dan kulot serta kemeja, tidak memakai lipstik yang berlebihan, makrona, eye shadow, make up dan kutek serta lainnya yang senada.
  30. Mengatur pergaulan lain secara Islami, menghindari pembauran, membuat demerkasi wilayah dan jarak yang ketat. Tidak boleh berkumpul-kumpul, duduk berdekatan, ngobrol dan bersepi atau berdua antara lain jenis. Dilarang berpacaran dengan segala implikasinya. Bagi Guru/Pengabdi yang bermaksud menikah dengan sesama guru/pengabdi atau diluar itu, maka perencanaan awal dan seterunya harus melibatkan Mudir (tidak mengatur sendiri), guna pengaturan dan pensuksesan akad nikah. Hal ini di satu pihak untuk menunjukkan tanggung jawab pondok sekaligus dipihak lain merupakan pembuktian oleh yang bersangkutan bahwa dirinya secara organisatoris adalah benar-benar bagian yang tak terpisahkan dari pondok yang memerlukan restu dan proses menejerialisasi Pondok. Khusus pernikahan sesama Guru/Pengabdi haruslah dengan cara-cara Islami dan mengacu pada sunnah Rasul dan prinsip dasar, mengutamakan yang wajib, praktis, tidak material/ekonomik oriented dan penuh dengan kemudahan, guna memberikan pendidikan kepada santri dan masyarakat tentang kemudahan-kemudahan dalam Islam, dan bahwa Islam menentang penyulitan/penyusahan/perumitan yang hanya berdasarkan tradisi atau budaya yang berlaku umum.
  31. Aktif sholat berjamaah bersama santri di masjid dan musollah pada saat berada di kampus
  32. Menghentikan segala kegiatan pada saat jam sholat (termasuk penggunaan pengeras suara), kecuali petugas satpam yang sedang bertugas. Piket tamu (Humas) belum melayani kepentingan tamu selama waktu sholat, bahkan dengan bahasa yang indah mengarahkan tamu untuk melaksanakan sholat.
  33. Menghentikan segala kegiatan pada jam 17.00 WIB untuk segera bersiap-siap mengajar Dauroh petang dan persiapan sholat Maghrib.
  34. Menghentikan segala kegiatan ba’da shalat Isya kecuali ta’limul Qur’an, tahfidz Al-Qur’an dan naghom Al-Qur’an sesuai jadwal. Khusus malam jum’at, acara Yastada, mengajar ta’limul Qur’an dan berakhir jam menghentikan segala kegiatan malam pada jam 23.00 untuk segera istrahat.
  35. Kegiatan yang dianggap penting dan bersifat insidental yang melewati batas jam 23.00 dimaksud harus dengan instruksi atau melapor kepada pengurus yang terkait.
  36. Peduli dan aktif dalam menertibkan, mengamankan, dan menjaga serta memelihara kebersihan, sarana, prasarana dan fasilitas Pondok. Khusus hari Jum’at pagi, seluruh pengurus dan ustadz/zah memobilisasi dan mengkoordinasi santri dalam pembersihan umum. Olahraga Jum’at dilakukan setelah tanzif’am.
  37. Aktif dan disiplin menghadiri ijtima’ dan rapat serta acara-acara lain yang ditetapkan (tepat waktu/tidak terlambat).
  38. Meminta izin kepada Mudir/Wakil Mudir I dan Kepala Madrasah jika berhalangan mengajar untuk keperluan dinas maupun pribadi/keluarga yang tak terelakkan dan harus mendelegasikan tugas-tugasnya kepada yang lain secara pasti menyakinkan.
  39. Memberitahu kepada Mudir/Wakil Mudir I dan pihak-pihak terkait jika berhalangan bertugas atau rapat acara yang ditetapkan karena sakit atau sebab-sebab lain yang tak terelakkan dan harus mendelegasikan tugas-tugasnya kepada yang lain secara pasti dan menyakinkan
  40. Apabila menjadi wali kelas senantiasa aktif dan serius dalam mengurus, mengasuh, dan membina anak-anaknya.
  41. Berupaya keras untuk aktif berbahasa resmi sesuai kemampuan. Bertanggungjawab mengaktifkan santri dalam berbahasa resmi.
  42. Tidak diperkenankan berdagang di lingkungan Al-Ittifaqiah dengan mengambil sasaran santri, guru, pengurus, karyawan dan pengabdi kecuali dengan seizin Mudir dan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
  43. Dilarang menarik/menghimpun pungutan apapun kepada santri, guru, pengurus, karyawan, staf, dan pengabdi, dan atau mengeluarkan memanfaatkan atau meminjam dana Pondok jajaran-jajarannya, kecuali atas disposisi atau intruksi Mudir yang mengacu pada prosedur baku dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
  44. Dilarang menerima uang titipan santri, kecuali bagian yang di tunjuk resmi untuk itu.
  45. Patuh dan taat kepada peraturan-peraturan, ketentuan-ketentuan dan sunnah-sunnah lain yang berlaku di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah dan Ittifaqiah Islam Al-Ittifaqiah baik tertulis maupun tidak tertulis
  46. Pendidik berkewajiban mendidik iman, taqwa, akhlak, keterampilan, kemandirian, kepemimpinan, ruh mujahadah kepada peserta didik dengan prinsip keteladanan
  47. Pengajar berkewajiban menyampaikan materi pelajaran tertentu yang sekaligus secara bersamaan menanamkan nilai-nilai iman, taqwa, akhlak, keterampilan, kemandirian-kepemimpinan, ruh mujahadah kepada peserta didik dengan prinsip keteladanan.
  48. Yang dimaksud dengan pembelajaran adalah proses pelaksanaan pendidikan-pengajaran oleh pendidik-pengajar atau guru

 

Pasal 3

Kriteria Guru

  1. Guru Tetap Al-Ittifaqiah (GTI) adalah :
  • Guru yang mengajar kurikuler/ko kurikuler/ekstra hanya di lingkungan Al-Ittifaqiah dan telah  mengajar di Ittifaqiah selama minimal 2 tahun berturut-turut.
  • Guru Pegawai Negeri Sipil Tetap (GPNST) yaitu Guru PNS yang ditugaskan oleh pemerintah di lingkungan Al-Ittifaqiah dan diangkat Ittifaqiah sebagai Guru Al-Ittifaqiah setelah mengajar minimal 2 tahun
  • Guru Sertifikasi Madrasah (GSM) yaitu guru tetap Ittifaqiah yang mendapatkan tunjangan sertifikasi guru dari pemerintah melalui madrasah di lingkungan Al-Ittifaqiah
  • Untuk menjadi guru tetap melalui tahapan: masa uji coba minimal selama 1 tahun, mendapatkan panggilan khusus mengikuti pra jabatan guru tetap dan lulus dalam Pelatihan Guru Tetap (PGT)
  1. Guru Tidak Tetap Ittifaqiah (GTTI) adalah :
  • Guru yang mengajar di Al-Ittifaqiah kurang dari jumlah minimal karena juga mengajar kurikuler di lembaga lain dengan syarat menjadikan madrasah Al-Ittifaqiah sebagai satuan tugas pangkal
  • Guru Pegawai Negeri Sipil Tidak Tetap (GPNSTT) adalah PNS yang ditugasi pemerintah di luar Al-Ittifaqiah dan diangkat Yalqi sebagai Guru Al-Ittifaqiah
  • Guru Sertifikasi non Madrasah (GSNM) yaitu guru sertifikasi yang tidak diusulkan oleh Al-Ittifaqiah
  1. Guru Khusus Ittifaqiah (GKI) adalah guru yang karena keahlian/kecakapan tertentu mengajar di Al-Ittifaqiah.
  2. Calon Guru Al-Ittifaqiah (CGI) adalah : a) Calon Guru tetap yaitu guru yang masa kerjanya di bawah 2 tahun dan melaksanakan tugas-tugas sebagaimana guru tetap dan siap pada saatnya menjadi Guru Tetap. b)  Calon guru tidak tetap yaitu guru yang masa kerjanya di bawah 2 tahun dan melaksanakan tugas-tugas seagaimana guru tidak tetap.
  1. Guru Pengabdi (GP) adalah:
  • Guru tamatan MA Al-Ittifaqiah atau lembaga lain setingkat yang berkewajiban melaksanakan tugas mengabdi
  • Siapa saja yang mengajar di Al-Ittifaqiah yang bersifat sementara dan/atau dalam masa tertentu

 

Pasal 4

Status Guru

  1. Guru Mukim adalah guru Al-Ittifaqiah yang mukim dan tinggal menetap di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah
  2. Guru Non Mukim adalah guru Al-Ittifaqiah yang tinggal menetap di luar lingkungan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah

 

Pasal 5

Persyaratan Khusus Guru

Guru AlIttifaqiah harus:

  1. Tercatat secara resmi di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah setelah melalui Standar Operasional Prosedur ( SOP) yang telah ditentukan dibuktikan dengan SK Yayasan Islam Al-Ittifaqiah
  2. Khusus Guru Tetap berpendidikan minimal strata satu (S1) atau Pendidikan Pondok Pesantren atau Pendidikan Keahlian Khusus
  3. Berperilaku dan berakhlak mulia
  4. Dapat membaca Al-Qur’an
  5. Aktif beribadah
  6. Berpakaian dan berpenampilan Islami
  7. Memiliki kompetensi moral, sosial, profesional dan paedagogik
  8. Bertakwa kepada Allah SWT dan senatiasa mendekatkan diri kepada-Nya, memperbanyak ibadah membaca Al-Qur’an, zikir dan do’a, melazimkan shalat malam dan shalat sunnah lainnya, berupaya dengan tekun melazimkan shoum sunnah.
  9. Menyadari keberadaannya di Al-Ittifaqiah, sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT, dan jihad fi sabilillah, dan dalam rangka berkhidmat kepada umat, bangsa, Negara, dan semesta.
  10. Mengutamakan keikhlasan, bersikap amanah, berhati khusuk dan bersih, dan gemar beramal shalih
  11. Berjiwa besar, bersikap dewasa dan rasional, berkepribadian terbuka, istiqomah, teguh hati, tekun dan sabar, bersedia dikritik, menerima nasehat, saran, masukkan dan teguran, walaupun datang dari orang yang selevel atau bawahannya.
  12. Memahami Visi, Misi, Orientasi, Obsesi dan tujuan Pondok pesantren Al-Ittifaqiah dan berupaya keras untuk mewujudkannya
  13. Bersikap aktif disiplin, kreatif, inovatif, dinamis, propesional dan prestisius
  14. Patuh dan taat kepada pimpinan baik saat pimpinan ada ditempat maupun tidak
  15. Berakhlakul karimah dan menunjukkan ketauladanan dan sikap kepemimpinan Islami
  16. Menciptakan suasana kesatuan yang teguh, suasana sejuk dan damai, dan kerja sama yang indah (menjauhi sikap bermusuhan, pertentangan, buruk sangka, kilk-klik kelompok, like and dislike, provokasi dan lainnya)
  17. Bersikap saling menghargai, saling menghormati, ta’awun’ala al birri dan tawashow bi al haq wa tawashow bi al shobr antar sesama ustadz dan pengabdi
  18. Menunjukan rasa memiliki, tanggungjawab, cinta dan kesetiaan kepada Al-Ittifaqiah
  19. Benar-benar siap mengabdikan diri dan berjihad di Pondok Pesantren AI-Ittifaqiah (memahami kondisi, kekurangan dan keterbatasan pondok, siap hidup sederhana, tidak materialitis, tidak mengeksploitasi Pondok untuk kepentingan ekonomi pribadi, tidak korupsi, tidak manipulasi dan tidak pungli)
  20. Mengutamakan kepentingan Pondok dan jamaah dari pada kepentingan pribadi dan keluarga
  21. Berupaya sungguh-sungguh untuk terus menerus berbuat yang terbaik untuk pondok dengan Berprinsip ikutilah orang-orang yang tidak pernah meminta upah kepadamu (dari setiap pekerjaan yang dia lakukan untuk din Allah). Mereka itulah orang yang memperoleh petunjuk (dari Alllah SWT.)”/Q.S yasin :21) karena itu janganlah bertanya tentang berapa rupiah gaji / honor.

 

Pasal 6

Kepangkatan Guru

Pangkat

Jabatan

Kredit poin

Rentang Nilai

Kriteria

Keterangan

Barokah pokok

             

II A

Musyrif Ula

50

25

Masa kerja  0 tahun

Pendidikan Aliyah

 

II B

Musyrif Tsani

75

50

Masa kerja  2 tahun

Pendidikan Aliyah

 

II C

Musyrif Ulya

125

75

Masa kerja  4tahun

Pendidikan Aliyah

 

II D

Musyrif  Khas

200

75

Masa kerja  6      tahun

Pendidikan Aliyah

 

III A

Mudarris Ula

275

100

Masa kerja  9      tahun

Pendidikan S1

 

III B

Mudarris Tsani

375

100

Masa kerja  12    tahun

Pendidikan S1, S2

 

III C

Mudarris Ulya

475

100

Masa kerja  15   tahun

Pendidikan S1, S2, S3

 

III D

Mudarris Khas

575

125

Masa kerja  18   tahun

Pendidikan S1, S2, S3

 

IV A

Muaddib Ula

700

125

Masa kerja  21   tahun

Pendidikan S1, S2, S3

 

IV B

Muaddib Tsani

875

125

Masa kerja  24   tahun

Pendidikan S1, S2, S3

 

IV C

Muaddib Ulya

1000

150

Masa kerja  27   tahun

Pendidikan S1, S2, S3

 

IV D

Muaddib Khas

1150

Masa kerja  30   tahun

Pendidikan S1, S2, S3

 

 

Pasal 7

Jenis Program Pembelajaran 

  1. Pembelajaran Kurikuler adalah pembelajaran yang dilaksanakan oleh TAKIAH, TAPQIAH, MASNIAH, MASTIAH, MASWIAH dan MASLIAH baik pada jam formal maupun jam tambahan yang bersifat rutin
  2. Pembelajaran Ko-Kurikuler (Kokul) dan Ekstra Kurikuler (Ekskul) adalah pembelajaran rutin yang dilaksanakan oleh madrasah, biro, lembaga, bidang dan bagian di lingkungan PPI (program remedial, akselerasi, Less, Daurah/kursus, Pembinaan/ pelatihan, Ta’lim Al-Qur’an, Takhasus dan lain-lain)
  3. Yang termasuk pada program pembajaran adalah wali kelas, petugas imam shalat, musyrif/musyrifah, tausiah rutin mingguan, pelatih, pembina, piket, petugas upacara dan lain-lain yang terkait dengan pendidikan-pengajaran santri.

 

Pasal 8

Beban Minimal Mengajar (BMM)

Kriteria Guru/sesuaikan dengan pasal 2 dan 3 Status Guru – Beban Mengajar Keterangan
Mukim Non Mukim
Guru Tetap Ittifaqiah 36 jam 24 jam Kurikuler, ko & ekstra kurikuler
Pegawai Negeri Sipil Tetap 36 jam 24 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler
Guru Sertifikasi Madrasah 36 jam 24 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler
Guru Tidak Tetap 18 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler
Guru PNS Tidak Tetap 18 jam Kurikuler,  ko&ekstra kurikuler
Guru Sertifikasi non Madrasah 15 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler
Guru Khusus 12 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler
Calon Guru 36 jam 24 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler
Guru Pengabdi 36 jam Kurikuler,  ko &ekstra kurikuler

 

 

Pasal 9

Ketentuan Kewajiban Mengajar Pimpinan, Pengurus dan Staf/Karyawan

Jabatan Beban Mengajar Keterangan
Minimal Maksimal
Mudir 6 jam 12 jam Kurikuler, ko & ekstra kurikuler
Wakil Mudir 10 jam 15 jam Kurikuler,o &  ko & ekstra kurikuler
Kepala Madrasah 10 jam 18 jam Kurikuler,  ko & ekstra kurikuler
Wakil Kepala Madrasah 10 jam 20 jam Kurikuler,  ko & kekstra kurikuler
Kepala TU Madrasah 10 jam 20 jam Kurikuler,  ko & ekstra kurikuler
Staf Madrasah 10 jam 20 jam Kurikuler,  ko & ekstra kurikuler
Kepala Biro, Bidang dan Bagian 20 jam 30 jam Kurikuler,  ko & ekstra kurikuler
Staf/Karyawan 20 jam 30 jam Kurikuler,  ko & ekstra kurikuler
 Pimpinan, Pengurus atau staf/karyawan yang merangkap sebagai guru dihitung jam maksimal 36 jam.

 

Pasal 10

Standar Operasional Prosedur (SOP) 

  1. Setiap guru melakukan pendataan ulang dengan pemberkasan baru, terdiri dari: Mengisi Formulir guru, Surat Keputusan status guru (SK Yayasan akan diperbaharui sesuai status masing-masing guru), Surat keterangan mengajar dari kepala madrasah/biro/bidang/bagian/lembaga dan Jadwal mengajar dari madrasah/biro/bidang/bagian/lembaga
  2. Berkas tersebut diserahkan kepada bagian SDM untuk selanjutnya disahkan
  3. Pengesahan dari SDM selanjutnya diteruskan kepada Bidang Administrasi Keuangan untuk
  4. penentuan barokah mengajar
  5. Bagi guru baru menempuh prosesur tetap (Protap) rekrutmen SDM PPI

 

Pasal 11

Kewajiban Guru

  1. Setiap guru wajib melaksanakan pemberkasan ulang, selambat-lambatnya 20 Agustus 2015
  2. Bertaqwa kepada Allah SWT. dan rajin beribadah
  3. Mematuhi segala peraturan, tata tertib dan sunnah-sunnah di lingkungan Al-Ittifaqiah
  4. Berperilaku dan berakhlak mulia
  5. Hadir di tempat tugas dalam kondisi siap 100% melaksanakan tugas tepat waktu
  6. Menjadi contoh terbaik (uswatun hasanah) bagi orang lain dalam berbagai hal
  7. Berpakaian Islami (sopan, bersih dan rapi) guru putra pada jam formal wajib berpeci dan seragam sesuai hari-hari yang ditentukan.
  8. Setiap guru wajib melengkapi perangkat pembelajaran (silabus, RPP, KKM, absensi santri, dokumen penilaian)
  9. Setiap guru wajib melaksanakan program pembelajaran sesuai jadwal yang ditentukan madrasah
  10. Setiap guru wajib melaksanakan program-program madrasah (workshop, pelatihan, seminar, diskusi dan lain-lain)
  11. Setiap guru wajib melaksanakan tugas-tugas yang diberikan madrasah/pondok seperti wali kelas, pengurus MGMP, Panitia, utusan dan lain-lain
  12. Setiap guru wajib memberitahukan izin, kepada pimpinan madrasah.
  13. Mencari guru ganti
  14. Setiap guru wajib melaksanakan evaluasi secara rutin dan berkala
  15. Setiap guru wajib melaksanakan analisis penilaian dan tindak lanjut (remedial/akselerasi)
  16. Setiap guru wajib mengisi blangko absensi dan nilai
  17. Setiap guru wajib aktif mengikuti rapat-rapat (rapat MGMP, rapat bulanan, rapat koordinasi ujian, dan rapat-rapat lain)
  18. Setiap guru wajib menjadi anggota MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan aktif mengikuti kegiatan (contoh blangko disiapkan madrasah masing-masing)
  19. Setiap guru wajib mengikuti kegiatan dan menghadiri acara Pondok, Madrasah dan santri yang ditentukan Pondok melalui surat undangan, pengumuman, SMS, telpon dan cara-cara lain.
  20. Membuat laporan bulanan secara tertulis
  21. Aktif sholat djamaah di Masjid: a) bagi Guru Mukim berkeluarga minimal 2 sholat fardhu sehari. b) bagi Guru MUkim non keluarga miimal 3x shalat fardhu perhari. c) bagi guru Non Mukim yang saat berada di kampus berlangsung shalat fardhu (pulang setelah shalat berjamaah dengan para santri).

 

Pasal 12

Hak Guru

  1. Setiap guru berhak atas barokah sesuai ketentuan yang berlaku
  2. Setiap guru berhak mengajukan usul, pendapat dan kritik konstruktif
  3. Setiap guru berhak atas fasilitas kesehatan dan dana kesejahteraan sesuai ketentuan yang berlaku
  4. Guru tetap berhak atas promosi jabatan di lingkungan Al-Ittifaqiah
  5. Guru Tetap, Calon Guru Tetap dan Guru Pengabdi yang Mukim berhak memperoleh fasilitas perumahan/tempat tinggal dinas di lingkungan Al-Ittifaqiah lengkap dengan fasilitas listrik dan air bersih serta jatah makan di dapur umum
  6. Guru Tetap berhak memperoleh Barokah Pokok
  7. Guru tetap berhak atas barokah mengajar lebih besar dari yang lain.
  8. Guru Tetap berhak memperoleh  jatah tanah perumahan dan perumahan  pribadi secara kredit dan mendapatkan jatah ibadah haji atau umroh gratis, sesuai  ketentuan yang berlaku
  9. Guru Tetap berhak atas fasilitas pinjaman dana koperasi
  10. Guru tetap berhak mendapat dana kesehatan lebih besar dari yang lain
  11. Guru tetap berhak mendapat dana kesejahteraan lebih besar dari yang lain
  12. Guru tetap berhak atas fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak kandungnya di semua tingkatan pendidikan dalam lingkungan PPI Selain guru tetap, hanya berhak mendapatkan keringanan dana pendidikan bagi seluruh anaknya  sesuai ketentuan dan tidak dapat melampaui 50%.
  13. Guru tetap berhak atas beasiswa Ittifaqiah dan atau beasiswa yang diusahakan PPI
  14. Calon Guru Tidak Tetap dan Guru Pengabdi hanya berhak atas beasiswa Ittifaqiah atau beasiswa yang diusahakan oleh Al-Ittifaqiah apabila siap menjadi kader dan/atau siap mengabdikan diri minimal 5 tahun dan/atau  siap menjadi guru tetap.
  15. Guru tidak tetap berhak atas promosi menjadi guru tetap dan mendapatkan hak-hak sebagai guru tetap
  16. Guru Tetap dapat didegradasai menjadi guru tidak tetap dan dicabut hak-haknya jika melanggar kewajiban dan ketentuan yang berlaku Hal-hal rinci terkait hak-hak dan fasilitas Guru diatur dalam peraturan Tersendiri

 

Pasal 13

Larangan

Guru dilarang :

  1. Menolak penugasan tanpa alasan yang dapat diterima
  2. Menentukan jadwal sendiri
  3. Melakukan perbuatan asusila
  4. Melakukan tindakan kekerasan fisik maupun psikis
  5. Mencemarkan nama baik Al-Ittifaqiah
  6. Merubah jadwal tanpa seizin pengurus
  7. Memfasilitasi orang lain untuk melakukan pelanggaran
  8. Melakukan tindakan makar
  9. Membentuk kelompok di luar kelompok yang dianjurkan yang berakibat pada munculnya keakraban-keakraban yang cenderung negatif
  10. Merusak fasilitas Al-Ittifaqiah
  11. Memberi contoh yang tidak baik dalam berbagai hal
  12. Membawa anak pada saat mengajar
  13. Mengaktifkan Handphone pada saat mengajar
  14. Keluar kelas pada saat jam pembelajaran
  15. Berdagang di lingkungan Al-Ittifaqiah dengan mengambil sasaran santri, guru, pengurus, karyawan dan pengabdi kecuali dengan seizin Mudir dan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
  16. Menarik/menghimpun pungutan apapun kepada santri, guru, pengurus, karyawan, staf, dan pengabdi, dan atau mengeluarkan memanfaatkan atau meminjam dana Pondok jajaran-jajarannya, kecuali atas disposisi atau intruksi Mudir yang mengacu pada prosuder baku dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
  17. Menerima uang titipan santri, kecuali bagian yang di tunjuk resmi untuk itu.
  18. Meminjamkan Hanphone kepada santri kecuali seizin petugas resmi

 

Pasal 14

Penilaian Guru

  1. Setiap pelaksanaan kewajiban  dan pelanggaran akan dilakukan penilaian dengan sistem skor dan menggunakan perangkat kuantitatif (absensi dan laporan) dan kualitatif (kesungguhan dan aplikasi)
  2. Setiap pelaksanaan kewajiban, tugas-tugas tambahan dan tugas-tugas pengembangan diri lain akan diberi skor yang berpengaruh terhadap hak-haknya
  3. Setiap pelanggaran terhadap aturan/tata tertib/kode etik akan diberikan skor pengurangan yang berpengaruh terhadap hak-haknya dan dapat menjadikannya mencapai titik degradasi yang akan menghilangkan hak-haknya dan mengembalikan hak-hak tidak habis pakainya  kepada Ittifaqiah
  4. Setiap prestasi akan diberi skor yang berpengaruh terhadap hak-haknya
  5. Penilaian guru dilaksanakan secara berkala
  6. Penilaian guru dilakukan oleh pimpinan atasan langsung dan petugas yang ditunjuk secara resmi dan khusus
  7. Penilaian guru berhubungan langsung pada promosi dan degradasi guru

 

Pasal 15

Penghargaan dan Sanksi

  1. Setiap prestasi guru baik akademik maupun non akademik mendapatkan penghargaan sesuai ketentuan yang berlaku
  2. Setiap pelanggaran terhadap aturan/tata tertib guru dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku
  3. Sanksi diberikan secara bertingkat sesuai jenis pelanggaran
  4. Sanksi tidak harus dilaksanakan secara bertingkat, tetapi melihat jenis pelanggarannya
  5. Tingkatan sanksi guru terdiri dari :
  • Teguran lisan
  • Surat Sapaan
  • Surat Teguran
  • Surat Peringatan I
  • Surat Peringaran II
  • Surat Peringatan III
  • Skorsing
  • Pemberthentian
  • Mengganti Kerugian Materi dan atau Imateri
  1. Sumber-sumber Tingkatan Sanksi

No

Jenis/tingkatan Sanksi

Sumber/Pemberi Sanksi

Keterangan

1

Teguran Lisan

Wakil Kepala Madrasah/Ka TU

Semua jenis sanksi dilaksanakan secara resmi dengan

penandatanganan berita acara

2

Surat Sapaan

Wakil Kepala Madrasah/Ka TU

3

Surat Teguran

Kepala Madrasah

4

Surat Peringatan I

Kepala Madrasah

5

Surat Peringatan II

Wakil Mudir I

6

Surat Peringatan III

Wakil Mudir I

7

Skorsing

Mudir

8

Pemberhentian

Mudir

9

Sanksi Material/ Immaterial

Disesuaikan jenis pelanggaran

 

Pasal 16

Pembelaan dan Rehabilitasi

  1. Guru dapat melakukan pembelaan atas sanksi yang diberikan dengan klarifikasi yang disertai data pembanding akurat, objektif dan jujur.
  2. Guru yang terbukti tidak melakuan pelanggaran sesudah mendapatkan sangsi dapat meminta rehabilitasi yang diumumkan di muka umum secara tertulis dan lisan

 

Pasal 17

Penetapan Sanksi dan Rehabilitasi

  1. Penetapan sanksi dilakukan sesuai tingkatan
  2. Pada tingkat tertentu penetapan sanksi dilakukan melalui rapat khusus
  3. Penetapan rehabilitasi dilakukan melalui rapat khusus

 

Pasal 18

Pemberlakuan dan Perubahan

  1. Peraturan ini berlaku semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015-2016
  2. Peraturan ini dapat dirubah dan disempurnakan setahun sekali terhitung sejak diubah pertama kali.

 

Pasal 19

Peraturan tambahan

Aturan-aturan yang belum tercantum dlam peraturan ini akan diatur tersendiri melalui peraturan turunan yang ditetapkan pimpinan Pondok.