SAMBUT TAHUN BARU DENGAN PORSENI

Bertemakan dengan seni dan olahraga, perhelatan akbar yang merupakan puncak perlombaan di bidang seni maupun olahraga di lingkungan pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, besok (22/12) akan segera dibuka secara resmi oleh mudir.
Berbagai persiapan dan perlengkapan telah disiapkan oleh panitia, bahkan sore tadi telah digelar gladi resik pembukaan.
Ketua Lembaga Seni, Olahraga dan Keterampilan (Lesgatram) ustad. Devison, S.Pd.I. selaku penanggungjawab utama acara ini mengutarakan bahwa segala persiapan sudah fix dan siap running.
“Insyaallah segala sesuatu yang berkaitan dengan Porseni tahun ini telah matang disiapkan oleh panitia, mudah-mudahan pembukaan besok berjalan dengan meriah”.
“Kalau dibidang bahasa asing, santri akan diasah melalui Lebah Show begitu juga kemampuan mereka dibidang Al-Quran akan diasah pada Lemtatiqi Show. Giliran kita Porseni yang akan mengasah kemampuan santri dibidang seni, keterampilan dan olahraga. Tentu saja berorientasikan Pospenas”
Agenda yang direncakan akan berlangsung selama satu pekan  mulai 22-28 Desember ini akan diikuti oleh semua santri mulai tingkat tsanawiah sampai aliah. Dan akan memperebutkan piala bergilir.

One Response

  1. thoriq gunajamudinDesember 28, 2015 at 9:02 pm

    assalamualaikum wb,,,,,wb.
    saya turut bangga atas bagian lesgatram, yang terus berkreatif atas pembukaan pekan olahraga dan seni(porseni) di ma’had tercinta untuk menjadikan pembukaan porseni makin meria dari tahun ke tahun.
    dan saya juga berharap perlombaan-perlombaan nya juga makin bergengsi untuk menjadi porseni yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya.
    saya sangat rindu dengan suatu acara yang bagi saya tak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya yaitu PORSENI. saya teringat ketika kelompok tapak suci diutus untuk menjadi awal pembukaan porseni di tahun 2010 yang mana ditanggung jawabkan kepada saya sebagai ketua tapak suci, ketika itu saya dan teman-teman sangat bingung apa yang harus kami tampilkan sedangkan waktu sangat sedikit, untung waktu itu ada ust rahmad sebagai guru pelatih tapak suci dan ust indra, tiga hari tiga malam latihan terus kami lakukan, dan ada yang cidera sangat para waktu latihan, tapi kami terus semangat, karna kami ingin memberikan suatu yang terbaik buat pembukaan porseni pada waktu itu.
    hari H pun tiba tapi badan kami terasa berat karena lelah, tapi ketika kami sudah waktunya memasuki lapangan, badan kami terasa ringan dan rasa sakit yang kami rasakan hilang begitu saja.dan penamilanpun berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan