Satu lagi Alumni PPI jadi Doktor

ittifaqiah.ac.id-Jakarta; Pernah nyatri di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah (PPI) membuat Zulfikri terinspirasi menjadikan almamaternya objek penelitian disertasi. Tidak heran bila ulasannya tentang PPI mendapat “porsi lebih banyak” (40 halaman), di samping tiga pesantren lain yang ditelitinya yaitu Raudhatul Ulum, Nurul Islam, dn Syafaatu Thulab.

Diuji oleh enam guru besar, Zulfikri berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat sangat memuaskan. Ia mempertahankan disertasi dengan judul “Pondok Pesantren dalam Perspektif Ekonomi (Studi Pendidikan Kewirausahaan Pesantren di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan)” di hadapan Sidang Promosi Doktor Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (24/2/2018).

Zulfikri berpendapat, dari tiga kategori pesantren modern, tradisional, dan transisional, PPI termasuk pesantren modern. Menurutnya, pesantren modern lebih mempunyai potensi dan perangkat/fasilitas yang memadai untuk pengembangan kewirausahaan. Potensi ini telah berperan pula bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar pesanten. “Keberadaan pesantren telah menjadi faktor penggerak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Pendidikan kewirausahaan di PPI meliputi sejumlah pelatihan antara lain menjahit, pertanian, peternakan, dan seni kaligrafi/dekorasi. Secara khusus program ini dibina oleh Lesgatram (Lembaga Seni Olahraga dan Keterampilan). Sedangkan kewirausahaan PPI terdiri dari perkebunan sawit dan karet, peternakan sapi, budidaya ayam petelur, dan ritel, kantin, minimarket, koperasi pondok. “Pontensi ekonomi yang ada di Al-Ittifaqiah perlu terus dikembangkan,” sarannya.

Selain para mahasiswa UIN Jakarta, alumni PPI dan pengurus IKAPPI Jakarta, dalam kesempatan tersebut hadir pula Penasihat Yayasan Al-Ittifaqiah KH. Mukrom As’ad menjadi perwakilan Pengurus PPI dan Yayasan Al-Ittifaqiah. “Harus semakin banyak alumni Al-Ittifaqiah yang meraih Doktor dan Profesor”, ujarnya usia menyerahkan cinderamata dari Pengurus IKAPPI Jakarta kepada Zulfikri.

Kepada para pengurus IKAPPI Jakarta, Kyai Mukrom menyampaikan perkembangan pembangunan PPI, terutama di Kampus D Tanjung Lubuk. Belum lama berkunjung ke PPI, beliau mengabarkan adanya Gedung Alumni yang dapat dijadikan pusat pengembangan wirausaha. “Kemandirian ekonomi penting menjadi prioritas pondok, dan untuk itu perlu peran aktif para alumni,” jelasnya.

Menjadi santri Aliah (1991-93), kemudian mengajar di PPI setelah lulus sarjana, sekarang Zulfikri bekerja di Subdit Kurikulum Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

#saj

%d blogger menyukai ini: