SELESAI UPACARA, USTAD ITTIFAQIAH ADU LAMBAT MOTOR

INDRALAYA, PPI Pusat; Rasa haru dan bahagia menjadi bagian dari bangsa yang merdeka hasil perjuangan yang tidak kenal putus asah dan lelah, walau nyawa jadi taruhannya. 17 Agustus adalah hari dimana seluruh anak bangsa kembali mengenang segala pengorbanan para pejuang, pelaksanaan upacara bendera pada hakikatnya merupakan upaya untuk menghayati nilai-nilai perjuangan pahlawan terdahulu yang telah gugur karena memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Tak terkecuali di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, ribuan santri dan ratusan guru serta pengurus berbaris rapi di halaman depan kampus pusat Indralaya melaksanakan upacara bendera (17/8). Selain menghayati perjuangan para pahlawan, kegiatan upacara ini merupakan salah satu upaya untuk mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai positif.

Mengadopsi tata upacara bendera di istana negara, upacara yang dimulai 08.00 ini berlangsung dengan khidmat, bertindak sebagai pembina upacara, Mudir PPI Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A., sedangkan pemimpin upacara oleh satuan pengamanan bapak Bambang Ardiansyah. Sedangkan penggerek bendera oleh ustad. Ali, Dimas dan Reza.

_DSC0211

Ketua Yayasan, Mudir dan wakil Mudir mengawali lomba adu lambat sepeda motor

Bertindak sebagai pembaca naska proklamasi diamanahkan pada ketua yayasan Islam Ittifaqiah Bapak Drs.H. Syamsul Bahri HAR dan doa dipimpin oleh ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ittifaqiah (STITQI) ustad. Muhyidin, M.A.

“Kita sudah format beberapa acara, dimulai hari sabtu kemaren sampai hari ini. Tujuannya tidak ada lain dalam rangka menyemarakkan HUT ke-70 RI, sehingga melalui beberapa agenda acara yang disusun panitia dapat menggugah rasa nasionalisme santri selain menghibur. Seperti tahun sebelumnya, saat malam puncaknya akan kita gelar lomba panjat pinang santri dan SDM”, ungkap Ustadz Andi Iswari, S.Pd.I. selaku ketua panitia.

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-70 ini juga diisi dengan berbagai perlombaan diantaranya estapet karet, permen dalam tepung, estapet belut, karaoke lagu-lagu nasional, balap karung, tiup balon, makan kerupuk, futsal sarung, terompah asatiz, memasak nasio goreng, tarik tambang dan adu lambat motor.

“Alhamdulillah, berjalan dengan sukses dan begitu hikmad, selama saya di PPI baru hari ini upacaranya begitu hikmad”, kagum Bambang selaku komandan upacara.

%d blogger menyukai ini: