BAHASA BUKAN TUJUAN TAPI ALAT CAPAI TUJUAN

ittifaqiah.ac.id_”Insyaallah kita akan membawa American Corner ke Ittifaqiah”, itulah sedikit petikan dari kata sambuatan salah satu dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Yenni Ratna Yuningsih, M.A. saat berkunjung di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya (27/8).

Sebelum bicara panjang lebar, aktivis HMI cabang Ciputat ini memberikan afresiasi yang luar biasa atas segala penyambuatan dan visi pesantren yang begitu visioner.

“Saya merasa begitu terhormat dan bangga karena telah disambut dengan begitu hangat. Saya juga salut kepada Ittifaqiah karena memiliki visi yang luar biasa visioner walaupun usia yang relatif muda bahkan termasuk 20 pesantren berpengaruh se-Indonesia ,ini membuktikan bahwa apa yang saya dengar tentang Ittifaqiah bukanlah hanya sebatas isu semata”.

“Salah satu indikator yang saya lihat dari ribuan malah puluhan ribuan orang yang telah memberikan kepercayaannya kepada pesantren ini. Maksud kedatangan saya disini tidak lain adalah ingin sharing dalam rangka mengembangkan pesantren khususnya pengembangan bahasa asing bagi santri”, ungkapnya sesaat setelah mendengarkan paparan singkat tentang Ittifaqiah oleh Mudir.

“Selama ini kita hanya konsen mengirim santri ke luar negeri dan kegiatan ini begitu banyak halang rintangnya, oleh karena itu saya telah menjalin kerjasama dengan beberapa negara bagaimana caranya bukan kita yang keluar tetapi mereka yang kita bawa kesini”.

“Dengan adanya American Corner dan berbagai programnya, Insyaallah anak didik kita akan lebih mengenal dunia barat dan secara otomatis bisa mengambil hal-hal positif dari mereka. Selain sebagai penguatan bahasa. Bahasa bukanlah tujuan tetapi sebuah alat untuk mencapai tujuan itu sendiri, siapkan ruang khusus untuk santri menjelajah dunia tanpa harus pergi kesana”, tambahnya.

Sharing singkat yang dihadiri juga oleh pembina Yayasan Islam Al-Ittifaqiah H. MW. Barkat, ketua yayasan Drs. H. Syamsul Bahri HAR, ketua STITQI Ustad. Mukhyidin, M.A., Mudir Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A., dan beberapa asatiz/asatizahini berjalan dengan begitu hangat dan penuh kekeluargaan.

No Responses

Tinggalkan Balasan