Ciri Khas Sekolah Dasar Belanda adalah AJEL

Ittifaqiah.ac.id_Amsterdam; Pasca silaturahim dengan Duta Besar RI di Den Haag Belanda, Mudir dan rombongan bertolak ke Midlepunt Van De Rivierenburt kalau di Indonesia setara dengan sekolah dasar (23/11).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bapak Din Wahid, MA, Ph.D. yang langsung menemani kunjungan ini menceritakan beberapa potret lembaga pendidikan di Belanda yang 180 derajat dibandingkan tanah air contoh di Midlepunt Van De Rivierenburt.

Selain menerapkan pembelajaran housing class, Midlepunt Van De Rivierenburt juga menerapkan metode AJEL atau Active, Joy Full and Affective Learning.

Materi pembelajaran didominasi pada etika kehidupan, sosialisasi, team work dan metode bermain yang dibimbing oleh guru. Peserta didik tidak dibebani dengan materi-materi yang berat.

Tidak ada kantin di lingkungan sekolah, semuanya membawa sendiri makanan dari rumah dan terapkan waktu istirahat secara bergiliran antar kelas. Sangat berbeda di Indonesia yang terapkan istirahat serentak, siswa bermain dan jajan tanpa pengawasan guru. Potret sekolah ini merefresentasikan sistem yang berlaku sama di semua SD  Belanda.

Din Wahid, MA, Ph.D. mengharapkan Al-Ittifaqiah dapat menjadi duta perubahan khususnya pada dunia pendidikan di Indonesia.

“Belanda adalah salah satu negara maju di benua eropa termasuk didalamnya pada lembaga pendidikan. Semoga melalui visit education ini Al-Ittifaqiah dapat mengadopsi sebagian bahkan seluruhnya bagaimana system dan manajemen lembaga pendidikan di Belanda”.

“Al-Ittifaqiah kelak akan menjadi kiblat dunia pendidikan bagi sekolah-sekolah lain di nusantara”, ungkap Din Wahid, MA, Ph.D. ungkap penulis disertasi berjudul Nurturing the Salafi Manhaj: a study of Salafi Pesantrens in Contemporary Indonesia.

Menyikapi harapan Atikbud tersebut, Mudir menyatakan akan mempertimbangkan serius demi kemajuan Indonesia.

“Insyaallah, sejak berdiri Ma’had Al-Ittifaqiah selalu open minded dengan hal-hal yang membawa kebaikan dan kemajuan. Beberapa hari di Belanda, tentu kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Akan kita adopsi dan terapkan di Indonesia tetapi tentu saja harus mempertimbangkan aspek dan kajian-kajian yang lain”, ungkap Mudir.