DemoKrasi VS DemoRabby

Oleh: Ferry Heryadi, S.Pd.I

Setelah mengikuti, menyelami, dan merenungkan pelik dan panjangnya prosesi pemilihan wakil rakyat dan pemimpin di negeri ini. Kita pasti dapat menarik satu hikmah pelajaran. Masing-masing kita pasti mencatat yang tentu saja catatannya berbeda satu sama lain. Laksanah seisi kelas yang diperintahkan gurunya untuk membuat karangan bebas, tak ayal tema, alur/plot bahkan metode penulisannya dipengaruhi oleh keadaan hati, emosi, wawasan, imajinasi dan background sosial masing-masing murid.

Serunya hiruk pikuk pesta rakyat bangsa ini memang begitu dahsyat dan banyak menguras tenaga, waktu, uang, pikiran bahkan mungkin juga iman. Kedahsyatannya tergambar jelas saat sidang putusan lembaga hukum konstitusi tertinggi NKRI yang mampu mengalihkan pandangan penggemar film “maha dewa dan mahabarata apalagi Hatim” atau jangan-jangan melenakan seorang pencinta burung untuk memandikan burungnya (hahaha…. aidem ngapo laju ke acara flora dan fauna).

Namun satu hal yang sejatinya harus kita nyakini “pesta pasti berakhir”. Janur kuning pasti kan mengering, berbagai dekorasi ucapan dinding akan segera memudar. Pernak-perniknya kan tergantikan oleh berbagai macam mainan sang buah hati. Daftar undangan beralih daftar belajaan dan semua kenangan akan tersimpan rapi dalam album memori.

Karena kita semua adalah makhluk lemah yang serba terbatas. Terbatas keilmuannya, terbatas wawasannya, terbatas kemampuannya. Mari kita jadikan perang statment, gempuran fitnah, hujan opini dan rentetan alibi pra-pasca pemilu hanyalah sebuah dekorasi demokrasi.

Sebagai seorang muslim yang beriman, mari kita tutup rangkaian resepsi ini dengan doa penutup sembari mengharap ridho sang hakiki.

Tuhan, Engkau maha mengetahui dan bijaksana. Jangankan drama pilpres NKRI, jatuhnya satu helai daun di bumi ini pun pasti tak luput dari pandangan dan persetujuanmu.

Berikanlah kekuatan dan kesehatan pada pemimpin yang terpilih. Panjangkanlah umur dan permudahkanlah segala urusannya. Cucurkanlah rahmat dan hidayah padanya. Lindungilah ia dari ancaman dan godaan musuh-musuhMu.

Tuhan, Engkau maha adil. Jika ia melanggar syariatmu, dzolim, ingkar dan makar. Engkau maha kuasa atas segalanya, jangankan satu atau segolongan manusia, seisi alam semesta inipun tak akan mampu mengalahkan makarMu.

Hukumlah ia di dunia maupun akhirat dengan seberat-beratnya hukuman. Limpahkanlah kepadanya sepedih-pedihnya siksaMu karena janjiMu pasti terjadi.

No Responses

Tinggalkan Balasan