JADIKAN NUANSA RAMADHAN UNTUK MUHASABAH

ittifaqiah.ac.id_Indralaya; Jumlah pendaftar santri baru tahun ajaran 2016-2017 tembus 1.000, ungkapan ini dilontarkan oleh wakil mudir I bidang pendidikan dan pengasuhan disela rapat bulanan pengurus dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, hari ini (28/6) di Mess Ibnu Rusyd.

“Alhamdulillah, terhitung hari kemarin pendaftar santri baru sudah melebihi angka seribu tepatnya 1.019 orang”.

Senada dengan wamud I tadi, ustad. Ari Alhadi, S.Pd.I selaku sekretaris panitia penerimaan santri baru langsung menambahkan.

“Ya, lebih kurang 100 orang lagi akan mencapai angka yang sama seperti tahun lalu. Ini adalah berkah dan barometer bahwa kepedulian masyarakat khususnya orang tua sudah sangat jauh meningkat terhadap pendidikan agama anaknya”.

“Waktu pendaftaran santri baru sampai tanggal 18 Juli, melalui ini kami sampaikan kepada calon wali santri baru untuk segera mendaftarkan putra-putrinya paling lambat tanggal 18 Juli 2016 mendatang”.

Sebelum ditutup, ratusan peserta rapat paripurna ini hidmat mendengarkan alkulaimat wal irsadat Mudir Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A.

“Saat ini Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quran (STITQI) akan direvolusi menjadi Institut dan juga akan mendirikan progam pasca sarjana, langkah ini adalah langkah yang besar, trobosan yang luar biasa dan tentu akan memerlukan banyak daya serta upaya. Oleh karena itu mohon doa dan bantuan dari semua SDM Ittifaqiah. Salah satu caranya adalah kita semua harus global, harus mendunia, harus Rahmatan Lil Alamin, jangan hanya lokal-nasional dan terblok-blok dari semua segi dan bidang.

“Berbicara tentang alih status STITQI menjadi Institut tentu saja berbicara yang besar-besar, mimpi yang terus kita bangun, boleh bicara yang besar-besar, tapi kita jangan lupa, tentu harus menjaga yang kecil-kecil, menjaga dari bawah, menjaga yang ada agar dari waktu ke waktu makin kuat dan terus kuat, tidak boleh bertahan apalagi mundur”.

“Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita terus menatar lembaga-lembaga pendidikan di dalam pondok dan mari kita terus tingkatkan lagi nilai-nilai mujahadah. Mari jadikan nuansa ramadhan untuk muhasabah sekaligus kita manfaat membina jiwa semangat baru untuk peningkatan kualitas di berbagai bidang, mudah-mudahan kita akan disukai, diridhoi Allah swt karena kita menolong dia, dan Allah pun akan menolong kita, Ittifaqiah untuk Allah, Rasul, Islam dan Al-Quran. Ittifaqiah bukan untuk Ittifaqiah, kalaupun nama Ittifaqiah terangkat itu adalah berkah dari Allah”.

“Atas nama pribadi, keluarga dan pimpinan, saya ucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin”, tutup aktivis HMI ini.

 

No Responses

Tinggalkan Balasan