Ketum HMI Palembang Sanggupi Tantangan Mudir

ittifaqiah.ac.id_Indralaya; Nada keras sesekali terdengar dari Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A. saat menjamu puluhan mahasiswa dari berbagai universitas Sumatera Selatan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Palembang.

Di tengah sambutannya, Mudir berkali-kali mengingatkan agar program pengkaderan adalah hal penting dan utama dalam organisasi. Selain itu juga harus dilaksanakan evaluasi organisasi mulai dari program sampai hal eksekusi di lapangan.

Mudir yang juga pernah memimpin HMI cabang Ciputat tahun 1987 sempat terbawa emosi saat mengomentari kader HMI yang anti sosial dan terkena residu era milenial.

“HMI bukan tempatnya untuk jalan-jalan dan selfi, HMI bukan tempat nongkrong tak berisi,  bukan pula wadahnya orang-orang pemalas dan anti sosial. Bahkan pacaran pun, HMI beda dengan organisasi lain. Pacaran ala HMI adalah diskusi, mengkaji, riset dan berbudaya intelek”.

“Laksanakan SWOT, bandingkan HMI Palembang dengan HMI cabang Jakarta, Medan dan lain-lain. Dari sini kita bisa ukur sejauh mana eksistensi diri”, , tambah Mudir dengan nada tinggi.

“Jangan bangun mimpi untuk menguasai Indonesia, buang jauh-jauh mimpi itu. Mimpi HMI adalah menguasai dunia, menempati tapuk-tapuk kepemimpinan internasional sehingga kualitas Rahmatan Lil Alaminnya akan cepat terasa bagi umat”.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ustad. Mudrik mengingatkan untuk menjaga nilai-nilai keshalihan dalam pergerakan dan kehidupan kader HMI.

Puas dengan ancaman dan wejangan seniornya, ketua umum HMI Palembang Sigit Muhaimin mengucapkan banyak terima kasih dan siap meningkatkan kuantitas dan kualitas kader HMI.

“Alhamdulillah malam ini kita mendapatkan banyak sekali nasihat dan hikmah dari senior yang kita semua tahu track record beliau. Begitu banyak tadi yang kami catat dan Insyaallah dalam waktu dekat HMI cabang Palembang akan mengerahkan semua tenaga untuk peningkatan kaderisasi seluruh pelosok Sumatera Selatan serta peningkatan kualitas kader”.

“Dalam HMI, marahnya senior bukanlah hukuman tapi ada hikmah besar demi penguatan dan perkembangan organisasi”, tutup Sigit.

No Responses

Tinggalkan Balasan