Mudir 'Am Doakan ABPEDNAS Jadi Pelaku Utama Ekonomi Masyarakat
Mudir ‘Am Al-Ittifaqiah Pimpin Doa Pengukuhan ABPEDNAS, Inisiasi Kemitraan Ekonomi Desa-Pesantren Momentum Pengukuhan Pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Ogan Ilir Periode 2026–2031 tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tetapi juga melahirkan gagasan kolaborasi ekonomi berbasis desa dan pesantren yang berpotensi menjadi model pembangunan masyarakat di Sumatera Selatan. Pada kegiatan yang dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, para bupati dan wali kota se-Sumsel, unsur Kejaksaan Tinggi Sumsel, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, serta berbagai pemangku kepentingan, Mudir ‘Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, M.A., dipercaya memimpin doa pembuka acara. Di sela kegiatan, ABPEDNAS Ogan Ilir dan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya mulai menjajaki sejumlah program kemitraan ekonomi yang melibatkan desa, pesantren, alumni, dan masyarakat. Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan antara lain pengembangan Air Simaan–ABPEDNAS, industri makanan dan minuman, produksi roti dan bakery, pertanian, peternakan, serta berbagai usaha produktif berbasis potensi lokal. KH. Mudrik Qori mengatakan desa dan pesantren merupakan dua institusi yang memiliki basis massa, sumber daya, dan jaringan yang sangat besar. Apabila disinergikan, keduanya dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Desa memiliki sumber daya dan potensi ekonomi, sementara pesantren memiliki sumber daya manusia, jaringan alumni, serta pengalaman pemberdayaan masyarakat. Sinergi keduanya dapat melahirkan ekosistem ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan," ujarnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut juga membuka peluang keterlibatan sektor perbankan, BUMN, BUMD, koperasi, dan dunia usaha dalam bentuk pembiayaan, investasi, pendampingan UMKM, hingga pengembangan rantai pasok produk masyarakat. Dengan jaringan ABPEDNAS yang menjangkau ribuan desa dan pengalaman Al-Ittifaqiah dalam pengembangan pendidikan serta pemberdayaan ekonomi umat, kerja sama ini diharapkan menjadi model kemitraan strategis yang mampu memperkuat pembangunan desa, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. "Ke depan, desa dan pesantren tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi masyarakat," tegas KH. Mudrik Qori.