Mudir: Tunjukkan Kalau Santri Al-Ittifaqiah Berani Tampil dan Serba Bisa

ittifaqiah.ac.id_Indralaya; “Libur Al-Ittifaqiah bukanlah libur seperti sekolah-sekolah pada umumnya, tapi liburan santri di isi dengan dakwah, di isi dengan pengabdian pada orang tua dan masyarakat”, itulah sedikit kutipan Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya pada saat apel pembekalan menjelang libur semester ganjil 2016-2017 (21/12).

Lebih lanjut, guru naghom Al-Quran ini mengharapkan agar santri-santri mengedepankan akhlakul karimah dan menerapkan apa-apa yang telah diperoleh dari pondok selama satu semester.

“Buktikan kalau kalian santri Al-Ittifaqiah memiliki jati diri santri yang istiqomah dalam beribadah. Berdakwahlah di rumah, surau-surau, musholla-musholla, dan masjid-masjid. Jangan sekali-sekali mundur, jangan coba-coba menolak jika masyarakat meminta ananda untuk menjadi petugas di majelis-majelis pengajian, tunjukkan kalau santri  Al-Ittifaqiah berani tampil maju dan serba bisa”.

Mantan ketua komisioner KPID Sumsel ini juga mewanti-wanti santri untuk tidak ikut-ikutan budaya barat khususnya menjelang pergantian tahun mendatang.

“Rayakan tahun baru dengan hal-hal bermanfaat, isilah pergantian tahun ini dengan ibadah, zikir, shalat, introspeksi diri dan lain sebagainya. Tidak ada tuntunan dalam Al-Quran atau Sunnah Rasurullah SAW tentang mengisi malam tahun baru dengan berpesta-pesta, kebut-kebutan, bakar jagung, kumpul-kumpul lain jenis, dan lain-lain yang tergolong perbuatan maksiat dan mubazir”.

Dengan nada tinggi, di hadapan ribuan santri dan wali santri, Mudir kembali mengingatkan jati diri santri PPI.

“Ananda, hati-hati dengan teman-teman lama mu, orang-orang disekitarmu, hati-hati dengan masyarakat di daerah mu, jangan tergoda. Kalian harus kuat mempertahankan jati diri sebagai santri, bersabarlah dalam mempertahankan almamater mu, jangan sekali-sekali kalian terpengaruh karena santri Al-Ittifaqiah tempatnya adalah berpengaruh, santri Al-Ittifaqiah adalah pemimpin, santri Al-Ittifaqiah adalah rujukan akhlakul karimah dan penebar rahmat”.

“Balas keringat dan darah orang tua, tebus susah payah dan sakit-sakitan mereka, jutaan rupiah mereka habiskan untuk kalian, balaslah dengan akhlak, dengan akhlak, dengan akhlakul karimah. Ananda, doakan orang tua mu, patuhi dan layani mereka dan jangan sekali-sekali minta dilayani. Semoga perjalanan kalian aman sampai tujuan, sampaikan salam untuk keluarga”, tambahnya.

No Responses

Tinggalkan Balasan