PANTI KEMBALI SANTUNI 101 ANAK YATIM/YATIM PIATU

ittifaqiah.ac.id_Indralaya; Mengambil berkah 10 Muharram 1438 H, panti asuhan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya kembali memberikan bantuan kepada 101 anak asuhnya (12/10).

Dana yang dikucurkan pasca yasinan, berbuka bersama dan shalat maghrib berjamaah ini sebesar Rp. 10.000.000,- dan ditambah 10 juta lagi dari Badan Amil Zakat Nasional Kab. Ogan Ilir sehingga total keseluruhannya Rp. 20 juta.

Ketua panti Al Mukarrom H. Mukhlis HAR menjelaskan kalau visi dan misi panti adalah untuk membebaskan semua biaya pendidikan anak asuhnya dan kalau dana masih memadai juga merambah pada santri-santri yang tergolong tidak mampu.

“Target kita adalah untuk membebaskan semua biaya pendidikan anak asuh baik itu yatim maupun yatim piatu dan memberikan bantuan kepada fakir miskin, namun karena keterbatasan dana yang terkumpul sehingga untuk saat ini hanya dapat membantu sebesar 25% saja dari bayaran bulanan bagi yatim dan 100% bagi yatim piatu”.

“Melalui forum ini saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk menyalurkan infaq dan shadaqohnya kepada anak yatim/yatim piatu melalui panti Ittifaqiah karena sudah tugas dan kewajiban kita semua untuk memelihara mereka”.

“Tak lupa mewakili pengurus panti, saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua SDM PPI yang telah ikhlas gajinya dipotong perbulan untuk panti kita dan kepada semua donatur, semoga amal baik dari ustad/zah, bapak, ibu dan saudara-saudara bernilai ibadah dan diganjar dengan pahala oleh Allah swt”, tambah K. Mukhlis HAR

Masih dilokasi yang sama, bendahara panti ustad. Ali Sodikin, S.Pd.I. mengatakan kalau total kas panti sampai hari ini setelah ditambahkan uang dari kotak amal yang disebar dibeberapa titik seperti tempat pembayaran di kampus A dan D serta di mini market Rahmat, berjumlah 37.389.000. bagi yang mau menyumbang bisa melalui bank BRI di nomor rekening 5637-01-018872-53-6 atas nama PANTI ASUHAN AL ITTIFAQIAH.

“Lihatlah mereka malam ini, walau hanya dengan sebungkus nasi tetapi mampu membuat mereka tersenyum, lalu mengapa kita masih berat tuk membantu”.

.

No Responses

Tinggalkan Balasan