Rumah Komposting PT Pusri, Resmi Beroperasi

ittifaqiah.ac.id_Tanjung Lubuk; Direktur Utama PT Pusri Palembang menyerahkan secara resmi bantuan program CSR berupa rumah pengolahan sampah (Komposting) ke Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya (29/6).

Mewakili Dirut PT Pusri, Direktur SDM dan Umum Ahmad Ronaldi menjelaskan bahwa Pusri dan Al-Ittifaqiah sudah lama bermitra dan sampai hari ini tetap istiqomah menjalankan program-program yang berpihak untuk kepentingan umat.

“Manajemen Pusri selalu mengevaluasi mitra-mitra CSRnya dan Alhamdulillah Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya sudah sejak lama menjadi tujuan utama CSR kami karena selain sebagai pesantren terbaik di wilayah Sumbagsel, Al-Ittifaqiah juga banyak menjalankan program-program yang bersifat entreprenuer”.

“Kami yakin, melalui rumah komposting ini, Al-Ittifaqiah akan menjadi percontohan pengolahan sampah bukan hanya tingkat provinsi namun tingkat nasional”, tambah Bapak Ronaldi.

Pengguntingan Pita oleh Ketua Persatuan Wanita Al-Ittifaqiah Hj. Sri Indrayana

Pengguntingan Pita oleh Ketua Persatuan Wanita Al-Ittifaqiah Hj. Sri Indrayana

Gayung bersambut, dalam sambutannya, Camat Indralaya Selatan Bapak. Kamaluddin, M.Si mengafresiasi PT Pusri yang telah menyalurkan bantuan kepada pesantren sehingga program pengolahan sampah Al-Ittifaqiah juga bisa menjadi rujukan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakannya.

“Rumah komposting Al-Ittifaqiah bukan saja menjadi contoh bagi pesantren lain tapi juga bisa menjadi referensi Pemerintah Daerah Ogan Ilir”, ungkap Camat Indralaya Selatan.

Masih dilokasi yang sama, Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Drs. K.H. Mudrik Qori, MA. Menuturkan kalau rumah komposting adalah sebuah lompatan penghargaan yang mulia bagi pondok.

“Terima kasih kepada PT Pusri dan manajemennya, Insyaallah rumah komposting yang diamanahkan akan senantiasa kita jaga dan maksimalkan fungsinya. Ini adalah keberkahan bagi semua umat khususnya santri-santri.

“Melalui rumah komposting, sampah yang selama ini diperlakukan dan diposisikan sebagai barang rendah, hina, tanpa penghargaan dan cenderung menjadi musuh akan menjadi sesuatu yang bernilai manfaat tinggi bahkan bernilai ekonomis”, Kata Mudir.