Santri Tingkat Akhir Wajib PKL

Indralaya, PPI pusat; Sebanyak 207 Peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL) santri kelas XII pagi ini (30/04) dilepas secara resmi oleh kepala madrasah aliah ustad Zainal Abidin, S.H., M.Ag di halaman depan kampus pusat pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya.

Ustad Zainal yang juga kepala biro Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) menjelaskan bahwa PKL ini adalah salah satu rangkaian agenda akhir tahun pelajaran bagi kelas XII dan tentunya menjadi nilai lebih yang baik bagi santri karena sedikit sekali pesantren yang menggelar PKL bagi santri tingkat akhir.

“Kalau kita renungi bersama, semua orang itu adalah pendidik. Ada seorang ulama yang mengatakan “barang siapa yang ingin menjadi ilmuwan maka cukup baginya mendalami satu bidang ilmu saja, dan barang siapa yang ingin menjadi guru sejati, pendidik yang sebenarnya maka hendaklah ia mendalami berbagai ilmu”. Tidak cukup bagi seorang pendidik menguasai satu bidang keilmuan saja tetapi harus memiliki berbagai disiplin ilmu harus dikuasai”

“Seorang pendidik tidak mesti harus menjadi seorang guru di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya tetapi ia harus bisa mendidik keluarga. Tiga hal yang harus disampaikan pada peserta didik yakni Transfer of value, Transfer of knowledge dan Transfer of skill”.

“PKL adalah media sarana pembelajaran untuk menyongsong menjadi seorang pendidik, pengalaman mengajar kepada orang lain adalah sesuatu yag amat penting oleh karena itu saya harapkan semua peserta serius mengikuti dan semoga mendapatkan hikmah bagi pondok dan peserta sendiri”, ungkap ustad Zainal.

PKL yang dimulai hari ini diisi dengan observasi lokasi akan berakhir 2 minggu mendatang tepatnya tanggal 15 Mei 2014. Selain akan ditempatkan di seluruh madrasah, peserta juga didistribusikan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quran Al-Ittifaqiah (STITQI) dan semua lembaga, bidang, biro dan bagian.

Selain harus mengikuti PKL, syarat untuk bisa mengikuti Ujian Akhir Pondok (UAP) santri tingkat akhir juga wajib membuat makalah tiga bahasa.

“ini baru salah satu syarat persiapan ujian pondok, setelah lulus persiapan ini mereka baru bisa ikut ujian pondok sebagai penentu kelulusan”, ujar ustad Mukhyidin, M.A. selaku wakil mudir I bidang pendidikan dan pengasuhan.

No Responses

Tinggalkan Balasan