Sukses di Al-Azhar Mesir, Ittifaqiah Siap Masukkan Kurikulum Sekolah Asia Afrika Indonesia

Ittifaqiah.ac.id_Jakarta; Hubungan Ittifaqiah dengan negara Sudan begitu kental sejak beberapa tahun lalu pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya mengirimkan santri-santrinya dalam program beasiswa strata satu ke berbagai universitas ternama Sudan.

Tak cukup disitu, Mudir Ittifaqiah Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A. beberapa bulan lalu juga mengunjungi kedutaan RI di Khortun Sudan dan melakukan kerjasama dengan universitas-universitas tingkat Internasional Sudan.

Di dampingi oleh ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah H. M. Joni Rusli, S.Pd.I., Ketua STITQI H. Mukhyidin, M.A., Kaprodi Ekonomi Syariah Dr. Fahmi Umar, Lc., M.E., dan istri beliau Hj. Sri Indrayana, Mudir berkunjung ke Sekolah Asia Afrika Indonesia yang beralamat di Jalan Asem Baris Tebet Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Pertemuan yang berlangsung cukup lama di ruang kerja Mudir Sekolah Asia Afrika Indonesia ini tidak lain membahas kerjasama pendidikan khususnya kurikulum pendidikan Sudan dan pengajaran bahasa Arab untuk non Arab.

“Alhamdulillah diterima di ruang kerja pimpinan dan pertemuan berjalan dengan begitu akrab. Tidak ada bahasan selain menyatukan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan baik itu terkait kurikulum pendidikan Sudan dan pengajaran bahasa Arab”, jelas ustad Fahmi melalui akun media sosialnya.

Dijelaskan oleh kepala Pusat Penjamin Mutu Pendidikan (PPM) Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I., Al-Hafidzoh, bahwa Al-Ittifaqiah telah menerapkan berbagai jurusan mulai dari tingkat madrasah ibtidaiyah sampai ke aliah.

Jurusan yang dimaksud adalah jurusan/kelas Excellent, kelas Al-Quran, kelas Al-Azhar Mesir, kelas IPA, IPS, keagamaan dan berkelanjutan.

Semua jurusan atau kelas tersebut memiliki muatan kurikulum khusus lengkap dengan target-target yang mesti dicapai oleh tenaga maupun peserta didik.

“khusus kelas excellent dan al-quran, mereka harus khatam setoran hafalan al-quran selama satu tahun dan dilanjutkan lagi dengan program mujahadah tanpa mengenyampingkan mata pelajaran yang lainnya”, jelas ustadzah Muyasaroh.

No Responses

Tinggalkan Balasan