Workshop Metode Trahfidz Sulaimaniah ditutup Langsung oleh Mudir

Memasuki hari ke-2 workshop tentang metode menghafal Al-Quran Sulaimaniah Turki di pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya 3-4 Januari 2014, hari ini agenda terus berjalan dan mengajak seluruh santri penghafal Al-Quran di bawah asuhan Lembaga Tahfidz dan Tilawah Al-Quran (Lemtatiqi) menjadi peserta.

“Agenda hari ini adalah praktek menghafal Al-Quran dengan metode tahfidz Sulaimaniah makanya kita mengajak semua santri penghafal untuk ikut serta biar mereka cepat nyambung”, kata ustad Ikbal SN, S.Pd.I. ketua panitia pelaksana workshop.

“Salah satu persyaratan untuk menerapkan metode ini adalah para penghafal harus bagus segi tajwid dan tartilnya. Tadi sudah di cek dan diajak bersama-sama oleh narasumber bagaimana cara menyebutkan huruf-huruf yang tergolong susah. Salah satu perbedaan yang begitu besar jika dibandingkan dengan metode tahfidz yang selama ini kita diterapkan di PPI adalah pada sistem cara menghafal dan menyetor. Selama ini kita menghafal dengan sistem maju atau dimulai dengan halaman pertama dan diteruskan dengan halaman berikutnya dalam satu surah atau juz. Tetapi akan sangat berbeda kalau dengan metode tahfidz Sulaimaniah, metode ini sistem menghafalnya mundur, jadi dimulai dari halaman terakhir dalam tiap juz dan dilanjutkan dengan halaman yang sama di juz berikutnya”, katanya lagi.

Di penghujung acara, kepala Lemtatiqi ustad Royani Ahmad, Al-Hafidz mengucapkan terima kasih atas segala ilmu dan pengetahuan dari narasumber.

“Alhamdulillah kami merasa mendapatkan ilmu yang begitu banyak, kami ucapkan terima kasih nan mendalam dan penghargaan yang sebesar-besarnya pada ustad Harun Rasyid yang telah mengajarkan Al-Quran kepada kami. Kami juga mengharapkan jalinan silaturahim ini tidak akan terputus sehingga kedepan kami tetap mendapatkan informasi dan pengarahan dari ustad”.

Sementara itu tak ketinggalan ustad. Zainal Abidin, S.H., M.Ag. Al-Hafidz juga mengucapkan terima kasih kepada perwakilan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) dan Lembaga Tahfizh Sulaimaniah (LETS) Turki ini.

“Saya sebagai kepala bagian Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) sangat mengafresiasi kegiatan semacam ini. Kedepan kita akan terus melaksanakan karena manfaatnya begitu besar baik bagi guru maupun santri. Mudah-mudahan dengan metode baru ini dapat menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas tahfidz Al-Quran di lingkungan pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya”, ungkap kepala madrasah aliah ini.

Sebelum menutup kegiatan workshop ini, mudir PPI Drs.K.H. Mudrik Qori M.A. tak lupa mengucapkan terima kasih dan barakallah kepada ustad Harun Rasyid atas mujahadahnya mengajarkan ilmu Al-Quran di PPI dengan metode tahfidz Sulaimaniah. Sungguh kami mendapatkan satu wawasan yang tidak akan dapat dihargai dengan materi sebesar apapun, semoga perjuangannya mendapatkan ganjaran pahala dari Allah swt, Aamiin. Sampaikan salam kami kepada pimpinan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) dan Lembaga Tahfizh Sulaimaniah (LETS) Turki di Jakarta. Keluarga besar PPI sangat mengharapkan kedepan kerjasama ini akan terus dilanjutkan.

No Responses

Tinggalkan Balasan