
Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya resmi meluncurkan perpustakaan Digital Al-Quran yang memuat 37.000 judul karya ilmiah dan kitab, termasuk buku karya Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A. Peresmian berlangsung di Aula Kampus A Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Kamis (14/8).
Rektor IAIQI, Dr Hj Muyassaroh Al-Hafizho, M.Pd.I, menegaskan bahwa perpustakaan menjadi jantung pengembangan karya ilmiah, baik berupa manuskrip, kitab, tafsir, hingga kajian keilmuan lain.
“Selama ini perpustakaan konvensional membutuhkan ruang besar dan koleksi fisik yang beragam. Namun, berkat gagasan Kiai Mudrik Qori, kini kita memiliki perpustakaan digital yang lebih efisien dan mudah diakses,” ujarnya.
IAIQI tetap mempertahankan perpustakaan fisik, namun kini menambah fasilitas khusus untuk layanan digital di ruangan berukuran 10×10 meter.
Ruangan tersebut dilengkapi satu layar utama dan sepuluh monitor akses, memungkinkan pengunjung menjelajahi koleksi digital secara interaktif.
Salah satu tokoh di balik pengembangan ini, Ahmadi Toha, telah mengumpulkan manuskrip, kitab kuning, dan dokumen keislaman selama lebih dari 21 tahun.
Koleksi tersebut kini terdigitalisasi, memuat konten tafsir, hadist, filsafat, sejarah, manajemen, politik, hukum, hingga ilmu alam—sebagian besar berbahasa Arab.
Menurut Kiai Mudrik Qori, perpustakaan Digital Al-Quran ini menjadi yang pertama di dunia dengan jumlah koleksi terbanyak di bidangnya.
Dari total 37.000 judul, sekitar 2.425 judul memiliki keterkaitan langsung dengan Al-Quran, sementara sisanya membahas ilmu-ilmu yang tetap terhubung dengan Al-Quran dan Sunnah.
“Sebagai perbandingan, Universitas Al-Azhar di Kairo memiliki 250 ribu buku, Harvard University 20 juta buku namun judulnya kurang dari satu juta, dan UGM memiliki 1,5 juta buku.