Sinergi Pendidikan Indonesia–Jepang: Al-Ittifaqiah Jadi Simbol Diplomasi Pesantren Modern

Kehadiran Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Drs. KH. Mudrik Qori, MA, dalam undangan buka puasa bersama di Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Senin (2/3/2026), menjadi momentum fenomenal yang mempertegas posisi Al-Ittifaqiah sebagai pesantren berwawasan global. Agenda yang digelar di kediaman resmi Duta Besar Jepang di Jalan Daksa V, Kebayoran Baru, Jakarta, itu disambut langsung oleh Myochin Mitsuru, Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang di Republik Indonesia.

Pertemuan tahunan tersebut bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan simbol kokohnya kemitraan strategis antara Al-Ittifaqiah dan Pemerintah Jepang yang telah terjalin lebih dari dua dekade. Sejak kunjungan perdananya ke Jepang pada 2004, KH. Mudrik Qori konsisten membangun kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Hingga kini, kerja sama itu telah melahirkan dua kali program pertukaran pelajar dan guru, serta kunjungan resmi dua Duta Besar Jepang ke kampus Al-Ittifaqiah di Indralaya. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga jembatan diplomasi dan peradaban lintas bangsa.

Momentum internasional ini sejalan dengan semangat Program SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasantri Baru) Al-Ittifaqiah yang tahun ini mengusung visi Pesantren Go Global. Melalui jaringan kerja sama internasional yang telah terbukti konkret, Al-Ittifaqiah membuka peluang luas bagi para calon santri untuk mendapatkan pengalaman pendidikan berstandar global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

“Al-Ittifaqiah tidak hanya mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga generasi yang siap menjadi duta perdamaian dunia,” tegas Mudrik Qori dalam kesempatan tersebut.

Dengan sinergi yang semakin kuat bersama Pemerintah Jepang, Al-Ittifaqiah optimistis dapat terus menghadirkan program-program unggulan berbasis internasionalisasi pendidikan. Bagi para orang tua dan calon santri, SPMB tahun ini menjadi momentum emas untuk bergabung dengan pesantren yang telah membuktikan diri sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mendunia.

Hubungan bilateral Indonesia–Jepang yang tercermin dalam kemitraan ini bukan hanya mengangkat nama lembaga, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai aktor penting dalam diplomasi pendidikan dan pembangunan karakter generasi masa depan.