
Belum genap sebulan, Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya kembali bikin heboh.
Setelah memberangkatkan 111 santri ke Kairo pada 1 Desember 2025, kini 51 santri lagi dilepas menyusul ke Timur Tengah.
👉 39 santri langsung tembus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir
👉 12 santri lainnya menyebar ke Maroko, Yordania, dan Yaman
Pelepasan rombongan kedua digelar Ahad, 14 Desember 2025, di Aula KH Ahmad Qori Nuri, Kampus D menjadi saksi bahwa pesantren ini bukan sekadar bicara visi, tapi mengirim kader ke pusat dunia Islam.
Jika ditotal:
💥 150 SANTRI AL-ITTIFAQIAH KE AL-AZHAR KAIRO
💥 12 SANTRI KE MAROKO, YORDANIA, DAN YAMAN
➡️ TOTAL 162 SANTRI BERBEASISWA S1 TIMUR TENGAH DALAM SATU TAHUN
Bukan wacana.
Bukan rencana.
INI DATA. INI NYATA.
Saat sebagian lembaga pendidikan sibuk seminar, foto spanduk, dan klaim prestasi,
Al-Ittifaqiah Indralaya diam-diam “mengekspor” santrinya ke jantung peradaban Islam.
Yang lebih “menyakitkan”:
❌ Tanpa ribut di media
❌ Tanpa jargon kosong
❌ Tanpa klaim berlebihan
Sementara banyak yang baru bisa memberangkatkan 1–2 orang lalu dijadikan berita nasional,
Al-Ittifaqiah mengirim PULUHAN sekaligus BERULANG KALI dengan BEASISWA PENUH.
Pertanyaan paling tidak nyaman:
👉 Pesantren mana lagi di Sumatera Selatan bahkan Indonesia yang bisa melakukan ini dalam setahun?
👉 Kenapa pesantren bisa, tapi sekolah mahal dan kampus elit sering tidak?
👉 Kenapa yang lahir dari sarung justru menguasai Al-Azhar?
Al-Ittifaqiah Indralaya sudah melampaui label “pesantren unggulan”
Ini sudah level pemasok kader ulama dunia.
Yang lain boleh tersinggung.
Data tidak bisa dibantah. 🔥
by Editorial
___________________
