
OGAN ILIR – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong kemandirian bahan baku obat alam nasional. Mengusung semangat “Dari Alam untuk Kesehatan Bangsa”, BPOM RI menyelenggarakan peresmian Pusat Penanaman Tanaman Herbal sekaligus aksi penanaman pohon yang berlangsung di kampus Bagdad City Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Indralaya Selatan, Ogan Ilir, pada Jumat (31/07/2026).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., serta turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI (DWP BPOM RI), dr. Elfi Wardaningsih, Ph.D.
Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem obat herbal berbasis bahan alam yang berlandaskan empat pilar utama: Sains Alalami, Inovasi, Mutu, dan Keamanan.
Sinergi Lintas Sektor, Akademisi, dan Dunia Pendidikan
Acara peresmian ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen strategis nasional, daerah, hingga institusi pendidikan keagamaan. Turut hadir mendampingi serta menyaksikan momen bersejarah ini:
Jajaran Internal BPOM RI: Para Pakar Ahli, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala UPT di lingkungan BPOM RI, Kepala Balai Besar POM di Palembang (Ibu Yani Ardiyanti, S.F., Apt., M.Sc.), serta Kepala Balai POM di Kota Lubuklinggau.
Unsur Akademisi: Wakil Rektor 3 Universitas Sriwijaya (Unsri).
Instansi Pemerintah & Lingkungan Hidup: Kepala Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir.
Mitra Industri & Asosiasi: Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Sumatera Selatan, Direktur Operasional PT Dexa Medica, Direktur PT Alam Perkasa Lestari, serta Kepala Cabang PT Anugrah Argon Medica.
Potensi Melimpah dan Pembuktian Sains Modern
Dalam arahannya, Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar membeberkan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia sebagai salah satu pusat biodiversitas tanaman obat dunia.
“Dari sekitar 31.000 jenis tanaman obat yang ditemukan di dunia, sebanyak 80 persen di antaranya ada di Indonesia. Ini adalah kekayaan alam yang sangat luar biasa,” tegas Prof. Taruna Ikrar.
Beliau menekankan pentingnya kolaborasi hulu ke hilir agar kekayaan alam tersebut diproses dengan prinsip sains dan jaminan kualitas mutu. Komitmen BPOM RI dibangun di atas rantai nilai yang kokoh: Bahan Alam Berkualitas, Penelitian Sains Modern, Uji Mutu Terjamin, hingga menghasilkan Herbal Aman dan Bermanfaat. Seperti halnya prinsip dasar BPOM RI: “Alam menyediakan, sains membuktikan, kami menghadirkan manfaatnya untuk Anda.”
Edukasi Santri dan Kelestarian Lingkungan
Dukungan penuh dan apresiasi mendalam disampaikan oleh Ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah Indralaya. Beliau menyambut baik kepercayaan serta kolaborasi ini sebagai sarana ibadah, edukasi, dan keberlanjutan masa depan.
“Semoga program ini dapat berjalan secara kontinu dan berkesinambungan agar manfaatnya kepada masyarakat terus mengalir. Sementara itu, lahan ini tentu akan kami jadikan media edukasi bagi seluruh santri, karena merekalah kelak yang akan meneruskan tugas merawat bumi,” tutur Ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah Indralaya.
Aksi penanaman pohon secara simbolis oleh seluruh tamu undangan menutup rangkaian acara, menandai dimulainya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan alam sekaligus mencetak generasi santri yang berwawasan lingkungan dan kesehatan.
Foto: Fathan/Humas BPOM
