ittifaqiah.ac.id_Indralaya; Belum genap dua bulan pasca kedatangan 35 kepala sekolah/madrasah tsanawiah se-Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Kep. Bangka Belitung dalam rangka studi lapangan. Hari ini (14/9) Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kementerian Agama Palembang kembali membawa 42 guru madrasah ibtidaiyah khusus mata pelajaran fiqih yang berasal dari 4 provinsi yang sama.

Setelah disambut oleh kepala Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah ustad. Mabsud, S.Pd.I. di kampus pusat Indralaya didampingi oleh Wakil Mudir I ustad. Mukhyidin, M.A., Kepala Pusat Penjamin Mutu Dr. Hj. Muyasaroh, M.Pd.I., kepala Madrasah Tsanawiah ustad. Devison, S.Pd.I., dan beberapa dewan guru, rombongan lansung disajikan gambaran singkat tentang Al-Ittifaqiah berupa video profil.

Perwakilan Balai Diklat Bapak. Drs. Suberia, MM. dalam sambutannya menilai Madrasah Ibtidaiyah Al-Ittifaqiah memiliki program melebihi program pemerintah.

“MI Al-Ittifaqiah telah lama menerapkan kurikulum negeri yang digabungkan dengan kurikulum pesantren, sehingga madrasah ini memiliki program sekolah yang melebihi dari program pemerintah. Oleh karena itulah salah satu faktor mengapa kami mengajak beberapa peserta diklat teknis fungsional Tk. Dasar sehingga mereka bisa mengambil informasi yang Insya Allah bisa bermanfaat dan diterapkan di sekolah masing-masing”, ungkap Pak Suberia.

Gayung bersambut, ustad. Mabsud pun menjelaskan bahwa selain memadukan kurikulum, MI sudah menerapkan jurusan mulai dari kelas I yaitu dengan kelas Al-Quran yang ditekankan pada tahfidz, ada juga kelas excellent yang diproyeksikan pada mata pelajaran sains dan kelas umum. Ketiga kelas ini akan berkesinambungan dengan jenjang madrasah selanjutnya seperti MTs dan MA di Al-Ittifaqiah.

“Alhamdulillah, melalui kelas al-quran, santri kita sudah ada yang hafidz 30 juz sedangkan untuk IT juga menerapkan pembelajaran TIK sejak dini”, kata Mabsud.