ittifaqiah.ac.id_Palembang; Mimpi tim kesebelasan Ittifaqiah FC untuk melaju ke tingkat nasional sepertinya harus tertunda pasca tumbang dengan skor 5:1 melawan PP. Raudhatul Quran pada final Liga Santri Nusantara di stadion Kamboja Palembang (4/9).
Kekalahan pertama sekaligus yang terakhir dalam kompetisi ini sangat terasa membawa luka mendalam bagi tim kebanggaan pondok pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya yang diprediksi dapat mewakili Region V Sumatera Selatan.
“jangan putus asa, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Sisi lain dari kompetisi ini adalah membuktikan kalau kekuatan Ittifaqiah FC mesti jadi perhitungan di liga sepak bola Sumsel”, ujar ustad. Ari Alhadi.
Masih dari ustad. Ari mengatakan bahwa walaupun Ittifaqiah harus puas mendapat juara II namun ada kepuasan tersendiri baik bagi semua keluarga besar maupun bagi santri.
“Tidak apa-apa kalah yang penting semua pemain kita murni dan memang benar-benar santri aktif di Ittifaqiah, tidak ada satupun yang menyalahi atau melanggar peraturan yang telah disepakati. Ittifaqiah tetap menjaga tradisi sportifitas dan profesionalitas di semua lini”.
“Kita bisa saja memasukkan pemain selain santri dan memanipulasi persyaratannya tapi itu akan menjadi bumerang bagi pondok dan bagaimana kami bisa mempertanggungjawabkannya kepada Allah, santri, wali santri, alumni, wali alumni dan umat. Kalaupun menang, itu adalah kemenangan yang semu dan sangat memalukan”, tambahnya lagi saat dikonfrontir prihal status pemain IFC.
[nggallery id=171]
DAFTAR PEMAIN ITTIFAQIAH FOOTBALL CLUB
[table id=6 /]
